Prabowo Sebut Seleksi IPDN 2026 Cerminkan Meritokrasi Tanpa Diskriminasi

Prabowo Sebut Seleksi IPDN 2026 Cerminkan Meritokrasi Tanpa Diskriminasi - BeritaLia.com

Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa proses seleksi Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) menjadi bukti penerapan sistem meritokrasi yang memberikan kesempatan setara bagi seluruh putra-putri Indonesia untuk berprestasi, tanpa dipengaruhi latar belakang sosial maupun kondisi ekonomi keluarga. Pernyataan tersebut disampaikan saat melantik 1.204 Pamong Praja Muda Angkatan XXXIII Tahun 2026 di Kampus IPDN Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Rabu.

Menurut Presiden, keberhasilan para lulusan menunjukkan bahwa proses rekrutmen di IPDN berorientasi pada kemampuan, prestasi, dan kualitas individu. Pemerintah, kata Prabowo, berkomitmen memastikan setiap warga negara memiliki peluang yang sama untuk menjadi bagian dari aparatur negara selama memenuhi persyaratan dan mampu menunjukkan kompetensi terbaik.

Dalam sambutannya, Prabowo mengungkapkan bahwa sebelum acara pelantikan dimulai, ia menerima laporan mengenai latar belakang para pamong praja muda yang sangat beragam. Banyak di antara mereka berasal dari keluarga sederhana, termasuk anak buruh, petani, maupun anggota TNI berpangkat bintara.

Keberagaman tersebut dinilai menjadi gambaran bahwa sistem seleksi IPDN tidak membedakan status sosial, melainkan memberikan ruang yang sama bagi seluruh peserta untuk bersaing secara adil berdasarkan kemampuan.

Meritokrasi Jadi Fondasi Rekrutmen Aparatur

Presiden menilai penerapan meritokrasi merupakan salah satu pilar penting dalam membangun birokrasi yang profesional dan berkualitas. Dengan sistem tersebut, setiap individu memiliki kesempatan yang sama untuk mengembangkan karier hingga menduduki posisi strategis di pemerintahan.

Menurut Prabowo, siapa pun yang memiliki kemampuan dan dedikasi dapat menjadi pemimpin di masa depan, termasuk mereka yang berasal dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi.

Ia juga menyebut keberhasilan penerapan meritokrasi menjadi cerminan bahwa nilai-nilai Pancasila terus diwujudkan dalam penyelenggaraan pemerintahan melalui kesempatan yang adil bagi seluruh warga negara.

Lantik 1.204 Pamong Praja Muda

Pelantikan tahun ini dilakukan berdasarkan Keputusan Menteri Dalam Negeri tentang Pelantikan Lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri sebagai Pamong Praja Muda Angkatan XXXIII Tahun 2026.

Sebanyak 1.204 lulusan resmi dilantik untuk memperkuat aparatur pemerintahan di berbagai daerah dan instansi pemerintah. Mereka diharapkan mampu menjalankan tugas dengan integritas, profesionalisme, dan semangat melayani masyarakat.

Pemerintah juga menilai regenerasi aparatur sipil negara menjadi bagian penting dalam mendukung reformasi birokrasi serta meningkatkan kualitas pelayanan publik di seluruh Indonesia.

Lulusan Terbaik Berasal dari Nusa Tenggara Timur

Pada kesempatan tersebut, pemerintah turut memberikan apresiasi kepada lulusan terbaik IPDN Angkatan XXXIII, Aji Bayu Ramadhan, mahasiswa Program Studi Teknologi Rekayasa Informasi Pemerintahan, Fakultas Manajemen Pemerintahan, yang berasal dari jalur pendaftaran Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Aji merupakan putra dari Winoto Hadi, seorang buruh bangunan, dan Wahyuniarti, ibu rumah tangga. Kisahnya menjadi salah satu contoh bahwa latar belakang keluarga tidak menjadi penghalang untuk meraih prestasi melalui pendidikan dan proses seleksi yang berbasis kompetensi.

Presiden berharap seluruh pamong praja muda yang baru dilantik mampu menjaga integritas, mengutamakan kepentingan masyarakat, serta berkontribusi dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang profesional guna mendukung visi Indonesia Emas 2045.

Website |  + posts