Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bersama Suku Dinas Kesehatan Jakarta Utara dan Puskesmas Kecamatan Penjaringan mulai mematangkan persiapan pelaksanaan cek kesehatan gratis (CKG) dan skrining tuberkulosis (TBC) di Kelurahan Penjaringan, Jakarta Utara. Langkah ini dilakukan melalui survei lapangan guna memastikan kesiapan lokasi dan fasilitas sebelum layanan kesehatan diberikan kepada masyarakat.
Hasil pemantauan menetapkan tiga lokasi utama sebagai titik pelaksanaan program, yaitu Masjid Keramat Luar Batang, Kampung Susun Aquarium, dan RPTRA Muara Indah. Ketiga lokasi tersebut dipilih karena dinilai mampu menjangkau masyarakat secara luas sekaligus mendukung pelaksanaan pemeriksaan kesehatan dan deteksi dini tuberkulosis.
Lurah Penjaringan Makhrus Nugroho Darojat mengatakan pemerintah kelurahan mendukung penuh pelaksanaan program tersebut melalui koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk pengurus wilayah dan fasilitas kesehatan.
Menurutnya, pengurus Masjid Keramat Luar Batang bersama perangkat RW telah menyatakan kesiapan mendukung kegiatan. Namun, pemeriksaan menyeluruh terhadap fasilitas di kawasan masjid belum dapat diselesaikan karena bertepatan dengan agenda pengajian. Oleh sebab itu, jadwal pelaksanaan masih akan disesuaikan agar tidak mengganggu kegiatan keagamaan, dengan opsi waktu pada 11–13 Agustus 2026 apabila diperlukan.
Persiapan Sarana dan Koordinasi Lintas Instansi
Kemenkes bersama pemerintah daerah juga menyiapkan kebutuhan operasional di setiap lokasi pelayanan. Setiap titik diperkirakan memerlukan delapan meja layanan, sekitar 100 kursi, proyektor, perangkat pengeras suara, serta berbagai perlengkapan pendukung lainnya agar proses pemeriksaan berjalan lancar.
Kelurahan Penjaringan memastikan seluruh kebutuhan tersebut akan dikoordinasikan bersama instansi terkait sehingga pelayanan kesehatan dapat berlangsung secara optimal.
Makhrus menilai program cek kesehatan gratis dan skrining TBC menjadi langkah penting dalam meningkatkan akses layanan kesehatan sekaligus memperkuat upaya deteksi dini penyakit menular di lingkungan masyarakat.
Dukung Deteksi Dini Tuberkulosis
Selain memberikan layanan pemeriksaan kesehatan gratis, kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala serta mempercepat penemuan kasus tuberkulosis agar pengobatan dapat segera dilakukan.
Menurut Makhrus, keberhasilan program sangat bergantung pada sinergi antara pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, pemerintah kota, fasilitas pelayanan kesehatan, dan partisipasi masyarakat.
Ia berharap kolaborasi tersebut mampu memperluas jangkauan layanan sekaligus meningkatkan efektivitas penanganan TBC di Jakarta Utara.
DKI Jakarta Perkuat Upaya Eliminasi TBC
Program ini sejalan dengan langkah Pemprov DKI Jakarta yang terus mengintensifkan kampanye Temukan, Obati, Sampai Sembuh (TOSS) TBC serta memperkenalkan inovasi Jakarta Smart Check and Notify (JakScan) untuk mempercepat penemuan dan penanganan kasus tuberkulosis.
Berdasarkan data pemerintah daerah, hingga 8 November 2025 terdapat 49.029 kasus TBC di Jakarta. Dari jumlah tersebut, 44.331 pasien atau sekitar 90 persen telah memulai pengobatan. Capaian tersebut menunjukkan komitmen pemerintah dalam memastikan pasien memperoleh terapi secara berkelanjutan hingga dinyatakan sembuh, sekaligus mendukung target menjadikan Jakarta sebagai kota yang lebih sehat dan bebas tuberkulosis.
