Indonesia Mulai Tahap Wawancara Akhir Calon Hakim Agung 2026

Indonesia Mulai Tahap Wawancara Akhir Calon Hakim Agung 2026 - BeritaLia.com

Komisi Yudisial (KY) Republik Indonesia resmi memulai tahap wawancara akhir bagi 23 calon Hakim Agung dan hakim ad hoc. Tahapan ini menjadi fase terakhir dalam proses seleksi calon hakim untuk tahun 2026.

Wawancara yang dimulai pada Senin dan akan berlangsung hingga 7 Agustus tersebut diikuti oleh 19 calon Hakim Agung, dua calon hakim ad hoc hak asasi manusia (HAM), serta dua calon hakim ad hoc tindak pidana korupsi.

Ketua Komisi Yudisial, Abdul Chair Ramadhan, mengatakan bahwa proses seleksi ini bertujuan mengisi sejumlah posisi yang masih kosong di lingkungan Mahkamah Agung (MA) pada berbagai kamar peradilan.

Posisi yang tersedia meliputi 11 kursi Hakim Agung, terdiri atas dua hakim untuk kamar perdata, empat hakim kamar pidana, dua hakim kamar agama, serta tiga hakim kamar tata usaha negara khusus pajak. Selain itu, KY juga menyeleksi dua hakim ad hoc HAM dan satu hakim ad hoc Pengadilan Tindak Pidana Korupsi.

Abdul menjelaskan bahwa tahap wawancara merupakan puncak dari rangkaian seleksi yang telah berlangsung sejak awal tahun. Sebelumnya, para peserta telah mengikuti ujian tertulis kompetensi pada Mei, kemudian menjalani pemeriksaan kesehatan dan asesmen kepribadian selama Juni hingga Juli.

“Wawancara terbuka yang dilaksanakan pada 3 hingga 7 Agustus merupakan tahapan akhir dalam proses seleksi calon Hakim Agung serta calon hakim ad hoc HAM dan tindak pidana korupsi,” ujar Abdul saat membuka pelaksanaan wawancara.

Ia menegaskan bahwa proses wawancara tidak hanya bertujuan mengukur kemampuan profesional para kandidat. Tim seleksi juga menilai integritas, independensi, kepemimpinan, komitmen terhadap penegakan hukum, serta kepekaan terhadap rasa keadilan dan nilai-nilai yang berkembang di masyarakat.

Setelah seluruh rangkaian wawancara selesai, Komisi Yudisial akan menetapkan kandidat yang dinyatakan lolos berdasarkan hasil wawancara serta akumulasi penilaian dari tahapan seleksi sebelumnya.

Pada hari pertama pelaksanaan, wawancara diikuti oleh empat calon Hakim Agung dari kamar pidana, yakni Abdul Azis yang saat ini menjabat Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Pekanbaru, Bambang Myanto selaku Direktur Jenderal Badan Peradilan Umum Mahkamah Agung, Dhifla Wiyani yang berprofesi sebagai advokat di DW and Partners, serta Nirwana yang menjabat Ketua Pengadilan Tinggi Makassar.

Setiap peserta diwawancarai oleh panel yang terdiri atas tujuh anggota Komisi Yudisial, satu tokoh senior, dan satu pakar hukum. Panel tersebut menilai kompetensi hukum, visi peradilan, etika profesi, serta penguasaan hukum materiil dan hukum acara dari masing-masing kandidat.

Hasil akhir seleksi akan diumumkan setelah Komisi Yudisial menyelesaikan seluruh proses evaluasi terhadap seluruh calon yang mengikuti tahapan seleksi.

Website |  + posts

Shama is a Content Specialist and News Writer with 4.5+ years of experience in journalism, press release writing, SEO content, and digital publishing. She covers business, technology, blockchain, cryptocurrency, finance, and corporate communications, delivering research-driven content for media platforms and global audiences.