BOStempeh Kenalkan Budaya Indonesia di AS Lewat Diplomasi Tempe

BOStempeh Kenalkan Budaya Indonesia di AS Lewat Diplomasi Tempe - BeritaLia.com

Di tengah beragam cara memperkuat hubungan antarnegara, sebuah usaha tempe milik warga Indonesia di Amerika Serikat menunjukkan bahwa diplomasi tidak selalu dilakukan melalui forum resmi atau pertemuan para pemimpin. Melalui produk pangan tradisional, BOStempeh berhasil memperkenalkan budaya Indonesia sekaligus membangun citra positif bangsa di Negeri Paman Sam.

Berlokasi di Somersworth, New Hampshire, BOStempeh menjadi salah satu produsen tempe yang seluruh kepemilikannya berada di tangan warga negara Indonesia. Perusahaan tersebut didirikan oleh dua pasangan suami istri, Daniel Kurnianto dan Meylia Handayani Tio, bersama Octavianus Asoka dan Aristiya Dwiyanti. Setelah memulai usaha rumahan pada 2017, mereka meresmikan pabrik tempe pada 2020 untuk memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat.

Berawal dari kecintaan terhadap tempe sebagai makanan sehari-hari, para pendiri BOStempeh melihat peluang memperkenalkan kuliner khas Indonesia kepada masyarakat Amerika. Mereka kemudian mengembangkan usaha yang tidak hanya berorientasi pada bisnis, tetapi juga membawa misi mengenalkan kekayaan budaya Indonesia melalui makanan tradisional.

Riset Panjang Demi Menjaga Kualitas

Membangun pabrik tempe di Amerika bukan proses yang instan. Sebelum memproduksi secara komersial, para pendiri BOStempeh menjalani berbagai penelitian dan uji coba agar mampu menghasilkan tempe dengan kualitas yang sesuai standar pasar internasional.

Untuk memperdalam pengetahuan, mereka juga belajar langsung dari Soetono Liem, produsen tempe Hienak di Surabaya melalui UD Pendekar Tempe Sakti. Pengalaman tersebut menjadi bekal penting dalam memahami teknik fermentasi, pengolahan kedelai, hingga menjaga konsistensi mutu produk.

Di antara para pendiri, hanya Octavianus Asoka yang memiliki pengalaman profesional di bidang pengolahan makanan. Sementara anggota tim lainnya berasal dari latar belakang yang berbeda sehingga harus mempelajari proses produksi dari awal.

Berawal dari Dunia Pendidikan

Salah satu pendiri BOStempeh, Meylia Handayani Tio, memiliki latar belakang sebagai akademisi. Perempuan asal Jawa Tengah tersebut menyelesaikan pendidikan magister di Boston University melalui beasiswa penuh dari Departemen Luar Negeri Amerika Serikat dan Kelly Elizabeth Stephens Memorial Scholarship (KESSA) dengan fokus pada pendidikan bilingual.

Sebelumnya, Meylia merupakan lulusan Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga. Kesempatan menempuh studi di Amerika Serikat menjadi awal perjalanan yang kemudian mempertemukannya dengan peluang mengembangkan usaha berbasis kuliner Indonesia.

Suaminya, Daniel Kurnianto, awalnya hanya mendampingi Meylia selama menempuh pendidikan. Namun, perjalanan mereka berubah ketika Daniel diterima bekerja di sebuah perusahaan bioteknologi di Amerika Serikat.

Setelah Meylia menyelesaikan studi dan sempat kembali ke Indonesia untuk mengajar di almamaternya selama dua tahun, pasangan tersebut akhirnya memutuskan menetap di Massachusetts karena pekerjaan Daniel.

Tempe Jadi Jembatan Budaya Indonesia

Perjalanan BOStempeh menunjukkan bahwa makanan tradisional dapat menjadi sarana diplomasi budaya yang efektif. Kehadiran tempe di pasar Amerika tidak hanya memperkenalkan cita rasa khas Indonesia, tetapi juga membuka ruang bagi masyarakat internasional untuk mengenal nilai budaya, tradisi kuliner, dan kualitas produk pangan Indonesia.

Melalui pendekatan sederhana tersebut, BOStempeh membuktikan bahwa diplomasi dapat dilakukan dari berbagai lini kehidupan. Dari sebuah pabrik tempe di New Hampshire, produk khas Nusantara kini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan identitas Indonesia kepada masyarakat dunia sekaligus memperkuat hubungan budaya antara Indonesia dan Amerika Serikat.

Website |  + posts

Shama is a Content Specialist and News Writer with 4.5+ years of experience in journalism, press release writing, SEO content, and digital publishing. She covers business, technology, blockchain, cryptocurrency, finance, and corporate communications, delivering research-driven content for media platforms and global audiences.