Layanan kereta cepat Kyushu Shinkansen kembali beroperasi di seluruh rute pada Jumat, 52 hari setelah gempa bumi kuat melanda Prefektur Kumamoto, Jepang barat daya, pada Juli. Pemulihan ini menandai dibukanya kembali bagian terakhir jalur yang sebelumnya ditutup untuk perbaikan.
Kyushu Railway Co. selaku operator menyatakan pengoperasian seluruh rute kembali dilakukan setelah pekerjaan perbaikan pada ruas yang terdampak gempa selesai. Meski demikian, frekuensi perjalanan belum langsung dikembalikan seperti kondisi sebelum bencana.
Untuk sementara, jumlah perjalanan kereta ditetapkan sekitar 90 persen dari jadwal normal sebelum gempa. Pengurangan tersebut dilakukan bersamaan dengan penerapan pembatasan kecepatan di salah satu kawasan yang mengalami dampak cukup berat.
Kereta akan berjalan dengan kecepatan lebih rendah di sekitar Stasiun Shin-Yatsushiro. Kondisi ini menyebabkan waktu perjalanan antara Stasiun Hakata dan Kagoshima-Chuo bertambah hingga delapan menit.
Hakata menjadi terminal di sisi utara Kyushu Shinkansen, sedangkan Kagoshima-Chuo berada di ujung selatan jalur tersebut. Penyesuaian kecepatan di sekitar Shin-Yatsushiro diperlukan setelah wilayah itu termasuk bagian yang terdampak oleh gempa.
Kembalinya layanan di seluruh rute menjadi langkah penting dalam pemulihan konektivitas transportasi di Kyushu. Jalur Shinkansen merupakan salah satu moda utama yang menghubungkan berbagai wilayah di pulau tersebut dan mendukung mobilitas masyarakat maupun kegiatan ekonomi.
Pemulihan layanan juga dilakukan menjelang periode liburan musim gugur yang besar di Jepang. Periode tersebut dijadwalkan dimulai pada akhir pekan ini dan berpotensi meningkatkan pergerakan penumpang.
Dengan seluruh jalur kembali dibuka, penumpang kini dapat melakukan perjalanan menggunakan Kyushu Shinkansen dari Hakata hingga Kagoshima-Chuo. Namun, operator mengingatkan bahwa waktu perjalanan masih lebih panjang dibandingkan kondisi normal karena pembatasan kecepatan yang diberlakukan di sekitar kawasan terdampak.
Kyushu Railway akan melanjutkan pengoperasian dengan penyesuaian tersebut setelah jalur dipulihkan, sementara kondisi infrastruktur di lokasi terdampak tetap menjadi bagian dari perhatian dalam pengoperasian kereta cepat.
Kontributor editorial yang aktif membahas teknologi, startup, dan inovasi digital terkini.
