Metodologi HSC Baru BEI Dinilai Bisa Perkuat Kepercayaan MSCI

Metodologi HSC Baru BEI Dinilai Bisa Perkuat Kepercayaan MSCI
Ilustrasi. Foto: Metodologi HSC Baru BEI Dinilai Bisa Perkuat Kepercayaan MSCI

Bursa Efek Indonesia (BEI) memperbarui metodologi penentuan saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi atau High Shareholding Concentration (HSC). Langkah tersebut dinilai dapat menjadi modal untuk memperkuat transparansi pasar sekaligus meningkatkan kepercayaan penyedia indeks global, termasuk MSCI, terhadap pasar modal Indonesia.

Dalam aturan terbaru, BEI menambahkan parameter price impact ratio untuk menyaring saham berkapitalisasi pasar di atas Rp10 triliun. Indikator itu mengukur perubahan harga saham dibandingkan dengan velocity atau tingkat perputaran transaksi berdasarkan rata-rata volume perdagangan terhadap jumlah saham publik.

Saham dengan aktivitas transaksi rendah tetapi mengalami perubahan harga besar berpotensi mencatat price impact ratio tinggi. Kondisi tersebut kemudian menjadi dasar penyaringan lebih lanjut untuk melihat kemungkinan adanya konsentrasi kepemilikan yang tinggi.

Analis menilai perubahan metodologi HSC dapat memberikan sinyal positif kepada MSCI karena menunjukkan upaya BEI memperbaiki kualitas pasar dan meningkatkan transparansi. Konsistensi penerapan kebijakan dinilai menjadi faktor penting untuk meyakinkan penyedia indeks global terhadap kredibilitas mekanisme perdagangan di Indonesia.

Meski demikian, masuknya suatu saham dalam kategori HSC tidak otomatis menunjukkan adanya pelanggaran di pasar modal. Status tersebut berfungsi sebagai bagian dari proses identifikasi risiko dan pengawasan terhadap struktur kepemilikan maupun karakter perdagangan saham.

BEI mencatat terdapat 171 saham berkapitalisasi pasar lebih dari Rp10 triliun yang menjadi objek penilaian dengan pendekatan baru. Setelah melalui penyaringan, sebanyak 37 saham ditambahkan ke daftar HSC sehingga jumlah keseluruhan meningkat menjadi 51 emiten.

Evaluasi menggunakan price impact ratio akan dilakukan setiap tiga bulan, mengikuti siklus peninjauan indeks utama bursa. Selain parameter tersebut, BEI tetap menggunakan faktor pengawasan lain secara insidental terhadap seluruh saham.

Perubahan ini menjadi bagian dari agenda reformasi pasar modal yang dijalankan bersama organisasi regulator mandiri. Efektivitas kebijakan tersebut selanjutnya akan bergantung pada penerapan yang konsisten, transparan, dan mampu memperkuat kualitas perdagangan serta kepercayaan investor global.

Website |  + posts