Presiden Lebanon Joseph Aoun menegaskan bahwa keberlanjutan misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) masih menjadi pilihan terbaik untuk menjaga stabilitas dan keamanan negara tersebut di tengah situasi yang masih tegang di wilayah perbatasan selatan.
Pernyataan itu disampaikan Aoun pada Jumat (24/7/2026) usai menerima Duta Besar Uni Eropa untuk Lebanon, Sandra de Waele, bersama para duta besar dan kuasa usaha negara-negara Eropa di Beirut.
Dalam pertemuan tersebut, Aoun menekankan pentingnya dukungan internasional terhadap upaya menjaga stabilitas Lebanon, yang menurutnya memiliki keterkaitan erat dengan keamanan kawasan Timur Tengah secara keseluruhan.
“Mempertahankan UNIFIL merupakan pilihan terbaik untuk periode mendatang. Jika hal itu terbukti tidak memungkinkan, maka harus dibentuk pasukan alternatif untuk menggantikannya,” ujar Aoun.
Lebanon Minta Dukungan Uni Eropa
Selain membahas keberlanjutan UNIFIL, Presiden Lebanon juga meminta Uni Eropa mendukung implementasi perjanjian kerangka yang dicapai antara Lebanon dan Israel di Washington pada 26 Juni 2026.
Aoun menilai pelaksanaan kesepakatan tersebut menjadi langkah penting untuk memperkuat keamanan di wilayah selatan Lebanon sekaligus mengurangi potensi eskalasi konflik.
Ia juga mengungkapkan bahwa pertemuannya dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada 21 Juli 2026 berlangsung secara produktif dan membahas berbagai isu strategis terkait keamanan regional.
Uni Eropa Tegaskan Dukungan
Sementara itu, Duta Besar Uni Eropa untuk Lebanon, Sandra de Waele, menyatakan bahwa Lebanon saat ini berada pada fase penting dalam proses pembangunan dan reformasi.
Menurutnya, Uni Eropa akan terus memberikan dukungan terhadap berbagai upaya pemerintah Lebanon dalam memperkuat keamanan nasional, menjaga stabilitas politik, serta melaksanakan agenda reformasi yang sedang dijalankan.
Perjanjian Lebanon-Israel
Perjanjian kerangka yang ditandatangani Lebanon dan Israel pada 26 Juni 2026 mengatur sejumlah langkah keamanan, termasuk pemulihan kendali Angkatan Darat Lebanon atas wilayah selatan negara itu.
Kesepakatan tersebut juga mencakup rencana pelucutan senjata kelompok Hizbullah, yang akan dimulai dari kawasan percontohan sebelum dilanjutkan ke wilayah lainnya. Area tersebut juga direncanakan menjadi lokasi penarikan pasukan Israel secara bertahap.
Ketegangan Masih Berlanjut
Meski telah tercapai kesepakatan, situasi keamanan di perbatasan Lebanon dan Israel masih belum sepenuhnya kondusif.
Israel dilaporkan masih melakukan serangan ke wilayah Lebanon hampir setiap hari dan tetap mempertahankan kehadiran militernya di sejumlah kawasan di bagian selatan negara tersebut.
Di tengah kondisi tersebut, pemerintah Lebanon menilai keberadaan UNIFIL tetap memiliki peran strategis dalam membantu menjaga stabilitas, memantau situasi keamanan, serta mendukung implementasi berbagai kesepakatan yang telah dicapai. Pemerintah berharap dukungan dari komunitas internasional, termasuk Uni Eropa dan Perserikatan Bangsa-Bangsa, dapat terus berlanjut demi menciptakan perdamaian yang berkelanjutan di kawasan.
