Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Jakarta mencatat nilai transaksi ekonomi mencapai sekitar Rp2,4 triliun. Menurutnya, sebagian besar transaksi selama berbagai kegiatan berlangsung dilakukan menggunakan sistem pembayaran digital berbasis Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), yang dinilai semakin memperkuat transformasi digital di Ibu Kota.
Pramono menyebut capaian tersebut menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap berbagai agenda perayaan HUT Jakarta, mulai dari festival budaya, pameran UMKM, konser hiburan, hingga kegiatan ekonomi kreatif yang digelar di sejumlah lokasi. Selain mendorong perputaran ekonomi, penggunaan QRIS juga memperlihatkan semakin luasnya adopsi transaksi non-tunai oleh masyarakat maupun pelaku usaha.
Menurut Pramono, digitalisasi pembayaran menjadi salah satu fokus Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam membangun ekosistem ekonomi modern. Ia menilai penggunaan QRIS tidak hanya memberikan kemudahan dan kecepatan bertransaksi, tetapi juga meningkatkan keamanan karena mengurangi penggunaan uang tunai. Kebijakan tersebut sejalan dengan upaya pemerintah memperluas sistem pembayaran digital di berbagai sektor, termasuk pasar tradisional dan sentra usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta selama ini terus mendorong digitalisasi transaksi melalui kerja sama dengan Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta industri perbankan. Berbagai program edukasi dan kompetisi digitalisasi pasar telah dilakukan untuk meningkatkan penggunaan QRIS di kalangan pedagang maupun konsumen. Upaya tersebut dinilai berhasil mendorong pertumbuhan transaksi digital secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
Selain mencerminkan perubahan perilaku masyarakat, tingginya penggunaan QRIS selama HUT Jakarta juga menjadi indikator berkembangnya ekonomi digital di Ibu Kota. Pemerintah berharap tren tersebut terus berlanjut sehingga dapat meningkatkan efisiensi transaksi, memperluas inklusi keuangan, serta memperkuat daya saing pelaku usaha lokal, khususnya UMKM yang menjadi salah satu motor penggerak ekonomi Jakarta.
Pramono menilai keberhasilan penyelenggaraan HUT Jakarta tahun ini tidak hanya diukur dari jumlah pengunjung, tetapi juga dari dampak ekonomi yang dihasilkan. Dengan nilai transaksi mencapai Rp2,4 triliun dan dominasi pembayaran digital, pemerintah optimistis Jakarta semakin siap menuju kota global yang modern, inklusif, dan berbasis teknologi. Pemprov DKI pun berkomitmen terus memperluas penggunaan QRIS di berbagai sektor agar manfaat ekonomi digital dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
