CNG 3 Kg Pengganti LPG Masuk Tahap Akhir Uji Coba, Bahlil Ungkap Progresnya

CNG 3 Kg Pengganti LPG Masuk Tahap Akhir Uji Coba, Bahlil Ungkap Progresnya
Ilustrasi. Foto: CNG 3 Kg Pengganti LPG Masuk Tahap Akhir Uji Coba, Bahlil Ungkap Progresnya

Pemerintah terus mematangkan pengembangan gas alam terkompresi atau compressed natural gas (CNG) dalam tabung 3 kilogram sebagai alternatif LPG 3 kg. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyebut proses pengujian telah menunjukkan perkembangan positif dan kini diarahkan menuju tahap produksi setelah seluruh aspek teknis dinyatakan memenuhi standar.

Program tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor LPG. Berbeda dengan LPG yang sebagian kebutuhannya masih dipenuhi dari luar negeri, bahan baku CNG tersedia di dalam negeri sehingga dinilai berpotensi memperkuat ketahanan energi sekaligus mengurangi tekanan terhadap neraca perdagangan.

Bahlil mengatakan pengembangan tabung CNG berukuran 3 kg membutuhkan pengujian ketat karena karakteristik tekanannya berbeda dengan LPG. Pemerintah sebelumnya menyebut tekanan CNG dapat mencapai sekitar 200 hingga 250 bar. Kondisi tersebut membuat desain tabung, keamanan penggunaan, dan standar teknis menjadi faktor utama sebelum produk dipasarkan kepada masyarakat.

Kementerian ESDM juga melibatkan Kementerian Perindustrian dan Badan Standardisasi Nasional (BSN) dalam pengembangan spesifikasi tabung. Kolaborasi diperlukan agar produk yang nantinya diproduksi memenuhi ketentuan keselamatan dan dapat digunakan secara luas.

Pemerintah sebelumnya menargetkan CNG sebagai alternatif energi rumah tangga yang lebih ekonomis. Bahlil menyebut biaya penggunaan CNG berpotensi sekitar 30 persen lebih murah dibandingkan LPG karena bahan baku tersedia di Indonesia dan ketergantungan terhadap biaya impor dapat ditekan. Skema subsidi untuk pengguna tertentu juga masih menjadi bagian dari kajian pemerintah.

Penggunaan CNG sebenarnya telah diterapkan pada konsumen dengan kebutuhan lebih besar, seperti hotel, restoran, dan sejumlah fasilitas program Makan Bergizi Gratis. Tantangan berikutnya adalah menghadirkan produk berkapasitas lebih kecil yang aman dan praktis untuk kebutuhan rumah tangga.

Meski dikembangkan sebagai alternatif LPG 3 kg, pemerintah belum menyatakan bahwa gas melon akan langsung dihentikan. Penerapan CNG diperkirakan dilakukan bertahap setelah pengujian, kesiapan produksi, distribusi, dan standar keselamatan terpenuhi.

Keberhasilan program ini berpotensi mengubah struktur konsumsi energi rumah tangga Indonesia. Selain menekan impor LPG, pemanfaatan gas domestik diharapkan memperkuat kemandirian energi dan memberikan pilihan bahan bakar yang lebih terjangkau bagi masyarakat.

Website |  + posts